Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Thursday, November 17, 2011

Nama Kamu Siapa?


Hallo, nama saya Novie. 
Nama kamu siapa? ^_^


Pernah terpikir nggak, ada berapa banyak nama Tono, Mukidi, Sarini, Tejo, Warsita atau Udin atau Wati? Dan pernah terpikir nggak, hare gene masih ada  yang pake nama-nama itu?Well, tentu saja, masih bisa kita temui dimana-mana, tapi sebagian besar adalah Bapak-bapak atau Ibu-ibu yang usianya sudah diatas 30an. Tapi coba lihat, untuk orang-orang yang rata-rata berusia antara 18-25 tahun, sudah jarang kita jumpai nama-nama itu berseliweran di kota besar, di daerah mungkin masih ada, banyak malah. Tapi jujur aja deh, nama-nama itu pasti kurang keren kan, di telinga kalian? Kalo boleh request, pasti pengennya bernama John, Jerry, Michelle, Bella atau Ayu Ting Ting! Hey, who knows kan? Siapa tau  bisa kebawa jadi artis...hehehehe

Nama, bisa juga adalah doa dari orang tua, supaya anaknya bisa jadi yaa minimal lebih baik dari mereka, contohnya, nama Subur, mungkin orang tuanya pengen anaknya tidak kekurangan gizi, lebih sehat dari mereka, dan tentu saja makmur. 

Atau Soleh? Supaya anaknya bisa jadi orang  yang taat beribadah, cinta pada Tuhan dan tentu saja, bisa mendoakan orang tuanya agar masuk surga.

Atau Angel. Biar anaknya berhati, bersikap dan berkata seperti malaikat. Baik, lembut dan bersahaja (halah). 

Tadi pagi, sebelum berangkat ke kantor, saya sempat membaca salah satu tulisan Indra Herlambang dalam bukunya Kicau Kacau yang membahas tentang Kartini. Ya, pahlawan emansipasi wanita Indonesia, yang mungkin kini hanya kita ingat pada tanggal 21 April, hari Kartinian, padahal jasanya terhadap kemajuan wanita Indonesia sangat besar, tapi, seperti fakta ironis yang kita lihat saat ini, anak-anak Indonesia mungkin lebih kenal Naruto atau Luffy (One Piece) atau Won Bin atau 7icon atau artis K-Pop. Apa kabar Cut Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, Raden Dewi Sartika, Maria Walanda Maramis (nah lho, ini siapa lagi?) daaaaan lain-lain yang gak terkenal tapi juga berjasa buat Indonesia. 

Okeh, ini agak melebar dari topik pembicaraan dan saya agak menggebu-gebu kalo udah berbicara tentang sejarah (soalnya salah satu pelajaran favorit saya waktu sekolah dulu adalah sejarah hehehe), yang mau saya bahas disini bukan tentang kepahlawanannya, tapi nama mereka. Nama seperti Kartini, atau Sartika. Saya masih punya teman yang namanya Sartika. Tapi kalo Kartini? Seingat saya, dulu waktu sekolah saya nggak punya teman yang bernama Kartini. Mungkin kalian punya, atau ada kenalannya kenalan yang kenal dengan orang yang kenal dengan orang yang bernama Kartini? (halah panjang...). Mungkin agak susah ya, untuk menemukan orang yang bernama Kartini saat ini. 

Tapi, setiap orang tua, memberikan nama anaknya, itu pasti punya maksud. Walaupun ada juga orang tua yang memberi nama anaknya, dengan cara memberikan nama benda yang pertama di lihat oleh Ibu atau Bapaknya pada saat dia dilahirkan (it's a fact lho!). Misalnya, waktu dia lahir, ortunya melihat pintu, ya nama anaknya Pintu, kalo yang pertama dilihat air, mungkin namanya Banyu, tapiii kalo yang pertama dilihat ortunya bencong? atau pocong, atau kunti?  Eh siapa tau kaan? Hehehehehe....

Iseng, saya mencoba mencari arti nama saya dengan menggunakan jasa internet, di salah satu website yang namanya agak-agak berbau spiritual, dan katanya perhitungannya pake rumus matermatika (ternyata benar, matematika adalah inti dari semua ilmu pengetahuan di dunia ini, nyesel, kenapa dulu nilai matematika saya selalu jelek, padahal kan siapa tau, kalo jago matematika saya bisa jadi Steve Jobs atau Linus Trovalds..ngarep!). Daaan hasilnya adalah :

NOVIE DEWI AMELLYA

Mengandung Arti: 

- Pekerjaan yang sempurna
- Sebuah perjalanan jauh (berasa peta)
- Kesempurnaan dan kebaikan
- Kesesatan dan kedukaan (sesat???)
- Kesedihan dan kekurang-sempurnaan
- Keangkeran dan pengaruh kekuasaan (angker?? ::langsung masang rambut gondrong dan taring naga)
- Keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan
- Perjalanan yang melelahkan (mau kemana sih?)
- Kekejaman (kejam?? ::ngasah golok)
- Berhasil dengan baik, cerdas dan beruntung
- Perasaan pada keadilan
- Pertobatan/penyesalan
- Bersemangat, berpengetahuan dan keindahan
- Jalan penghidupan yang tentram, merdeka, bahagia dan sempurna



Agak sedikit shock dengan hasil penerjemahan nama saya diatas, apalagi di websitenya ada penegasan "dengan akurasi yang tinggi" wooooooootttt......*pengsan*


Karena masih kurang yakin, saya coba lagi ke website yang lain. Dan jawabannya cukup singkat tapi sangat menohok, bunyinya : "Maaf, Anda payah di tempat tidur!" Apaaaaaaaaaa???? 

Website berikutnya! Jawabannya adalah : "Mempunyai sifat temperamental" Haaah apa pula ini?? *sambil nedang kaki meja!* Lhoo?? kok benar??

Ah sudahlah, dari pada semakin gak jelas dan membuat jadi pusing, lebih baik saya akhiri saja pencarian nama di internet, langsung tanya ke dukun ajah! Ada yang punya akun fesbuknya nggak? *desperate mode:on*

Huuuuff....(tarik nafas dalam-dalam). 

Sebenarnya, duluuu banget, pernah tanya ke Mama sama Papa, tentang arti nama kami, anak-anaknya. Papa cerita, kalo nama saya, itu ada arti tersendiri, sekaligus gabungan dari nama Mama, Papa, Mbah Putri juga Mbah Kakung. Waktu itu, saya pikir, keren bangeeeettt...tapi setelah agak sedikit mengerti, saya berpikir, lumayan berat juga yaa tanggung jawabnya, nama orang-orang terdekat saya melekat erat pada nama saya. Nama yang akan saya bawa sampai mati. Nama yang mewakili mereka. Nama yang semoga menurunkan sifat baik mereka pada saya. Nama saya..adalah juga nama mereka. 

Kata Papa, 
Novie : adalah nama panggilan saya, 
Dewi : artinya perempuan, 
Amellya : Am : nama Papa, Ell : nama Mama, Y : nama Mbah Putri, A : nama Mbah Kakung.

Versi Papa, Novie Dewi Amellya artinya : novie perempuan yang suka beramal. Xixixixi...agak maksa sih kesannya, tapi di-Amini saja deeh...semoga saya senang beramal... :))

Versi saya : Novie Dewi Amellya artinya : kumpulan doa dan harapan baik dari keluarga. Itu saja.. sudah cukup.  (^_^)









#Jakarta : 17.11.2011


::gambar diambil dari : www.djearworm.com



Tuesday, October 25, 2011

Sabar Itu...

Sabar itu...
menahan diri untuk nggak ngomel-ngomel 
waktu nunggu busway yang datangnya selaluuuu telat,
kepanasan, desak-desakan daan tentu saja, nyampe kemana aja gak tepat waktu.


Sabar itu...
menahan amarah 
pada kejadian un-moral yang terjadi pada balita yang ditabrak lari dua kali di China.


Sabar itu...
menyebutkan doa diam-diam untuk Simoncelli, 
(masih gak percaya dia pergi begitu cepat). 


Sabar itu...
membiarkan lebih dulu masuk lift kepada orang-orang yang sudah ngantri sekian lama, 
pun juga kepada orang-orang yang sangat santai menyerobot antrian


Sabar itu...
mau mendengarkan keluh kesah orang lain, 
sekalipun saat itu, gue lagi gak mood sama sekali


Sabar itu...
mempersilakan orang yang gak gue suka 
untuk berbuat sesuka mereka dengan tetap membuat mereka berpikir 'i'm not their dog'


Sabar itu....
mengantri di toilet bioskop karena nahan pipis 
dan ngayal udah ada diantrian paling depan padahal masih ada sekitar lima belas orang lagi


Sabar itu...
mau menyelesaikan kerjaan kantor walau tahu, 
gak akan pernah selesai hari ini atau kapanpun


Sabar itu...
seperti melepas teman bertugas ke negeri lain, 
dan berharap suatu saat nanti masih bisa berkumpul bersama dengan jumlah yang sama pula. 
42.


Sabar itu...
menikmati setiap tikaman rasa sakit pada tulang belakang, 
pada bagian tubuh yang lain, 
demam yang meninggalkan pusing yang amat sangat, 
dan lidah yang terasa pahit sesudahnya


Sabar itu...
membuka lebar-lebar luka di hati, 
lalu mengangin-anginkannya dan sedikit menaburi garam 
untuk membiarkannya kebal dan tak akan merasakan sakit lagi selamanya


Sabar itu...
adalah setiap senyum, 
yang akan aku persembahkan padamu, 
dalam gundah atau bahagiamu, 
tanpa kau perlu tahu, apa yang sebenarnya aku rasakan.





Sabar itu...
pantatnya lebar...
Hahahaaha...serius-serius amat sih?
Hidup cuma sekali kawan, so, be wise! (^_^)


*terinspirasi dari kejadian hari ini

Monday, October 24, 2011

A Little Thief

Tadi malam, sepulang dari wisata kuliner di Rawamangun, diatas metromini 03, waktu kita lagi santai-santainya duduk sampe terkantuk-kantuk, disekitar Rawa Selatan naiklah seorang pemuda tanggung, bertindik dan bertato di tangannya. Kirain salah satu penumpang juga, soalnya sampe lari-larian gitu ngejar metromininya..eeeeh begitu naik malah bilang dengan lantang:
"Selamat Malam Bapak, Ibu, Mas, Mbak dan Kakak sekalian, maaf sebelumnya kalau kami menggangu perjalanan Anda. Kami disini mencari makan, Pak, Bu, kami lapar. Mungkin Bapak dan Ibu tidak tau bagaimana rasanya kelaparan, tapi sakit Pak, Bu rasanya. Pak, Bu, satu nusa satu bangsa, sudah sepantasnyalah kita saling menolong, ya Pak, Bu, kami memang anak jalanan, tapi daripada kami mencuri, daripada jadi maling, lebih baik kami meminta, Pak, Bu. Tolonglah Pak, Bu, buat makan, sedikit saja recehan dari Anda, Pak, Bu, tidak akan membuat Anda miskin Pak, Bu. Hanya sedikit saja dari sisa uang Anda semua, Pak, Bu."


Habis itu dia mintain ke kita, satu-satu, kalau ada yang ngasi, dia langsung pindah ke penumpang lain. Tapi kalo gak dikasi, langsung dah, ngedumel, "masa uang recehan aja gak punya sih? pelit banget." 

Pas nyampe di temen gue (cewek dan ada suaminya disebelahnya, dia pake kerudung), "Bu Haji, minta duitnya dong, masa recehan aja gak ada, pelit banget sih?" tapi temen gue gak  bergeming. Trus pindahlah ke gue, tangan dia udah nyenggol-nyenggol tangan gue, sambil minta, "mbak, tolong dong mbak, masa gak ngasi sih, buat apa pake kerudung?". Whaaattt???? Maksud lu apaaaa????


Walaupun kesel, gue diem aja, kalau nggak, udah gue piting dah tuh orang...aaarrghh!! Dan dia bergerak ke penumpang lain dibelakang gue, masih dengan kalimat yang sama, "ini gimana sih, pake kerudung tapi gak ngasi, pelit banget". Tambah panas gue....sompret nih orang, belum pernah gue suruh nyuci metromini apa ya??

Gue gak terlalu peduli abis itu dia ngomong apa, soalnya gue sibuk nahan amarah gue, tiba-tiba ada suara teriakan gitu, trus mobil ngerem mendadak, pas gue ngeliat kebelakang, tuh orang udah turun dan ada salah satu penumpang cowok yang mau ngejar.

"Udah dikasi masih aja ngomel-ngomel. Kurang ajar!!" Kata cowok itu. Si keneknya udah mau ngejer juga, tapi sopirnya gak berhentiin mobil, takut rusuh mungkin. Lagian itu daerah preman juga. 

Gak lama metromini yang kita tumpangin nyampe lah dengan selamat di tujuan, aah..Alhamdulillaaah...lega bangeett...

Kata temen gue yang waktu itu duduk dibelakang, cowok yang mau ngejar itu udah ngasi uang ke si pemalak itu, tapi si pemalak masiiiih aja ngeyel, sambil ngomong, 'gitar aja keren, tapi ngasinya dikit'. Kampret!! Udah untung dikasi, masiiih aja ngomel, cerewetnya udah ngalahin ibu-ibu nawar belanjaan.

Aahhh....masih sebeeeelll...pemalakan kayak gini tuh, udah ngetren di metromini-metromini rute Senen sampe ITC Cempaka Mas. Dengan dialog pemalakan yang sama, menjual citra anak jalanan dan kelaparan yang kayaknya semakin hari semakin banyak aja (jumlah anak jalanan + orang-orang yang kelaparan). 

Bukan gak bernurani dengan tidak memberikan apa yang mereka minta, walaupun hanya sekedar uang recehan, tapi cara mereka meminta kadang lebih menyinggung perasaan, mau minta kok gak bisa ngomong dengan halus atau lebih baik, kalo dengan tutur kata yang sopan kan kita juga ikhlas ngasinya, lah kalo pake kata-kata mengundang amarah seperti itu, apa gak jadi jengkel? Lagian, selama beberapa kali bertemu dengan orang-orang seperti itu, rata-rata mereka berbadan sehat dan kuat, masih mampu lah untuk kerja, walaupun cuma jadi pengamen atau pedagang asongan, bukankah itu jauuuhhh lebih halal, daripada meminta di bis-bis dengan cara memaksa?

Dan kata-kata mereka, 'kami kelaparan, perut kami sakit menahan lapar. Bapak dan Ibu yang berkerja setiap hari dan mendapatkan gaji tetap, tidak akan pernah merasakan kelaparan seperti kami. '. Kata siapa??? Walaupun gak hidup dijalanan, walaupun Alhamdulillah punya pekerjaan, bukan berarti kami tidak tau bagaimana rasanya lapar, kedinginan, dan tidak dihiraukan. 

Menjadi anak jalanan memang bukan suatu pilihan, siapa sih yang mau? Tapi adalah suatu pilihan untuk merubah kehidupan menjadi lebih baik kan? Gak semua anak jalanan itu berlaku atau bertutur tidak baik. Gue pernah kenal dan berteman dengan anak jalanan, mereka mau merubah hidup mereka, dan gak mau berakhir di jalanan. Mereka bekerja, mesti cuma jadi kuli bangunan, tapi itu halal. 

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

See??

Aah...dan sampe sekarang, gue masih kebanyang sama perkataan orang itu, 'buat apa pake kerudung?'.  Biar keren!! Puasss!! Aarrrgggghh........!!! (>_<)

Huuuff....*tarik nafas*...sabaaar...sabaaaarr....orang sabar pantatnya lebar....heheheheheehe


Yak. Sekian dulu. Have a nice day everyone. Semoga selalu diberkahi Allah...Amiin ^_^

Saturday, January 8, 2011

Between In-Job and Jobless

Pernahkan teman-teman merasa 'stuck in the middle' ? berada di antara dua pilihan. Ibarat makan buah simalakama. Atau istilah apapun yang serupa. Kalau belum, kali ini saya mau sombong, kalau sekarang, saya sedang ada di pintu perlintasan itu.

Klise. Sangat manusia sekali. Puas dan tidak puas.

Ya, saya sudah bekerja. Pekerjaan saya berjalan dengan baik. Semua lancar-lancar saja. Walaupun sebenarnya, bukan di sini saya ingin berada. Bukan di ruangan yang itu-itu saja. Bukan di belakang meja. Bukan di samping jendela dengan pemandangan yang (lagi-lagi) itu-itu saja, ya, jalan raya dan gedung bertingkat lainnya. Intinya, saya bosan!
Saya sedang merasa sombong kepada Tuhan, atas ketidak puasan saya pada nikmat yang seharusnya selalu saya syukuri setiap saat. Ego. Hanya karena ego saya yang semakin hari semakin mengacaukan alur hidup saya. Atau, mungkin saya sendiri yang membuat hidup saya menjadi kacau.
Kalau mau cerita sejarahnya, dan mau dikaitkan dengan mistik, saya anggap pekerjaan saya yang sekarang adalah 'karma baik'. Karma atas ucapan saya kala itu dihadapan seorang teman, dan tampaknya, saat itu malaikat sedang main ke ruang tamu di rumah saya, jadi, dilaporkannyalah perkataan saya saat itu kepada Tuhan. Kun fa ya kun! Jadilah saya disini. Di kota ini, dengan pekerjaan ini. Hahahaa...Tuhan selalu punya cara terbaik untuk makhluknya.

Maaf, saya tidak menyalahkan Tuhan atas segalanya. Mungkin ini adalah jawaban atas doa saya waktu itu. Beberapa malam itu, saya memohonkan pekerjaan yang bisa untuk membahagiakan dan membanggakan orang tua dan keluarga saya, tapi, nampaknya saya lupa menambahkan, 'pekerjaan yang juga saya cintai'...

Saya tahu, tak sepantasnyalah saya berbicara ini, seolah saya adalah makhluk yang tak tau terima kasih. Tapi kali ini, bolehlah saya mengeluarkan semuanya. Biar lega. Biar tidak sebah lagi. Biar tidak busuk.

Sejak SMP dulu, saya sudah jatuh cinta pada kumpulan kata-kata yang kadang artinya sendiri saya tidak mengerti. Tapi entah, alurnya selalu mempesona saya untuk terus menikmatinya, bahkan berubah menjadi penggores kata-kata itu. 

Hmm...Pernah menahan buang air yang amat sangat? Bagaimana rasanya setelah keluar? Lega? Lowong? Kira-kira seperti itulah yang saya rasakan setelah saya trans dalam tulisan saya. Demi Tuhan. Kegiatan ini begitu menyandukan saya. 

Sekarang masalah yang timbul adalah konsentrasi saya terpecah. Antara pekerjaan yang saya jalani setiap hari, dengan kegiatan yang membahagiakan jiwa saya. Ah, andai saja saya bisa melakukan dua hal itu bersamaan, saya pasti jenius. Sayangnya, dua-duanya butuh kesungguhan. Saya harus benar-benar terjun, atau tidak sama sekali.

Sempat terpikir, 'apa saya sudahi saja ya pekerjaan ini, lalu saya benar-benar menyenangkan jiwa saya yang sedang terpuruk di sudut ruang 'rumah jiwa' saya?'...tapi, sekali lagi. Bukan saya yang tidak punya pendirian, kalau saya mau egois, saya bisa saja tinggalkan pekerjaan ini, dan menjadi 'gembel' tapi berhati senang. 

Sekarang yang ada, munculnya dua kata. Tapi dan bagaimana. Ya, berjuta 'tapi' dan 'bagaimana' selalu hadir saat saya benar-benar sendiri.
A. Tapi kalau saya benar-benar keluar dari pekerjaan saya, bagaimana dengan nasib keluarga saya? Ayah saya sudah pensiun pula, dengan dua orang adik yang masih sekolah. I'm the black sheep of the family now.
B. Tapi kalau saya memilih untuk mengikuti hasrat saya, bagaimana dengan hidup saya nanti? Apakah ada jaminan besok saya makan apa?
Diikuti dengan 'tapi' - 'bagaimana' lainnya.

Semalam, saya menonton film 'Alangkah Lucunya (Negeri Ini)'....pada akhir film, saya menangis. Merasa ditegur oleh setiap karakter dalam film itu. Ya. Benar-benar ditampar. Keras dan membekas. 

Sekali lagi, saya telah egois. Pada diri saya, juga pada orang-orang yang mencintai saya. 

Seharusnya saya tumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa. Bukan semakin menjadi dulu, saat masih ada angka '1' di depan bilangan umur saya. Saya seharusnya malu. Malu pada kekurangan orang lain, saat justru saya tanpa perlu berdarah-darah, ada ditempat yang nyaman. Ya, sayalah makhluk yang tidak bisa bersyukur itu.

Maafkan. Maafkan saya yang telalu mabuk dalam gelegak darah muda saya. Saya yang takut akan mati besok sebelum saya memberi arti lebih pada kepakan sayap yang lain, padahal mungkin, tanpa setahu saya, angin itu tetap bergerak seperti dahulu yang telah digariskan.

-bukanlah wajar jika tak mengeluh, tapi sudah seharusnya keluh pun bertoleransi. aku luruh lagi Tuhan, karena Kau yang Maha Bijaksana atas segala. dan aku lah, akulah rumput pias itu. maka terima kasih, Tuhan. terima kasih.

_Novie

Saturday, November 13, 2010

Ternyata benar...

Benarkah? apa yang mereka katakan tentang segala baik dan burukku? padahal aku sendiri tidak peduli akan jadi baik atau buruk. Aku hanya menikmati saja. Mengumpat saat ku mau. Memuja saat ku butuh. Lalu apa yang salah?

Benar. Aku kesepian. Karena selama ini belum ada yang bisa membuatku 'orgasme' berkali-kali. Selalu terhenti di tengah jalan, dan rasanya sangat tidak enak!

Tidak. Aku tidak mengumpat pada Tuhan atas mereka yang didatangkan padaku sebelumnya. Bukan salah mereka untuk tidak menjadi 'sempurna' seperti yang aku mau. Mungkin memang salahnya ada padaku. Aku yang justru tidak bisa menerima kekurangan mereka. Bukan, bukan salah wajah yang tak tampan, atau dompet yang tak mapan. Aku sendiri pun tidak indah, tidak pula berjaya. Aku hanya biasa saja. Seperti debu yang ingin naik tingkat menjadi sampah. Salahkah?

Tuhaaan.... aku hanya ingin mencintai cinta yang berbalas sebanyak yang aku berikan. Aku ingin, menjadi pengucap, 'aku kangen kamu sayang', pada orang yang benar-benar aku tempatkan sebagai prioritas hatiku, bukan hanya sekedar sambil lalu, lewat begitu saja seperti kentut!

Ada dia, dia dan dia. Semua tampak pas. Tapi aku tak yakin apakah aku pas untuk mereka. Apa harus aku tangkap mereka semua, lalu menyekap mereka dalam penjara ilusi hatiku? Betapa mudah itu sebenarnya. Aku bahkan bisa membuat salah satu dari mereka ejakulasi berkali-kali. See? aku memang hebat! padahal melakukan persenggamaan saja aku belum pernah! Betapa kata-kataku sangat bertuah! Hah!

Tubuh ini ada batas kadaluarsanya Tuhan. Aku tidak bisa mempertahankannya dalam bentuk seperti ini terus. Aku bisa peot dan keriput kapan saja. Dunia ini pasti akan dengan sangat mudahnya membuatku menjadi tidak dikenali lagi dalam waktu 1 detik saja. Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menjadikannya berguna?

Apa harus ke pelacuran hanya untuk mencicipi rasa persetubuhan itu seperti apa? Aaah....Tidak. KAU. Ya..KAU wahai Tuhan, bersalah atas menerbitkan rasa takut ini. Takut padaMU, takut pada hukumMU. Padahal merasakan hukuman itu saja aku belum pernah, membayangkannya saja aku menolak. Tapi mengapa aku begitu penurut padaMU, wahai Tuhan-ku? Apa karena aku terlalu mencintaiMU? Tapi kenapa rasanya berbeda dengan aku mencintai ciptaanMU? Aku tidak merasa menggebu-gebu, tidak merasa berdebar, tidak panas dingin, tidak merasa tak bisa tidur, tidak bermimpi apapun tentangMU. Tapi kenapa aku begitu takluk??

Tuhan, salahMU! SalahMU kalau aku selalu menangis saat merasa tak berdaya, saat merasa sangat lelah, saat merasa sudah terbuntukan jalanku. Aku berlari padaMU dalam air mata sesenggukan. Dalam berdiri, duduk dan bersujud, bahkan dalam tidurku. Sakit rasanya. Tapi KAU menenangkannya dengan tidak melakukan apapun. Apa yang kau ciptakan pada tubuhku ini Tuhan? Rahasia apa, ilmu apa?? Jelaskan padaku!

................................................................


Tuhan Tersayang....
Kau memintaku untuk bersabar. Sampai kapan? Sampai pada akhirnya aku menyerah dan memilih untuk melanggar ucapanMU? Tidak. Aku bukan pengkhianat. Aku akan selalu setia padaMU, Tuhan Tersayang. Tapi tolong, hentikan tangis ini.
Aku kesepian.
Aku ingin bersama makhluk yang kau ciptakan untukku.
Aku ingin bercinta. Melepaskan keperawananku.
Lalu setelah itu, aku adalah milikMU sepenuhnya.
Terserah, mau KAU apakan aku!

Duh, Tuhanku yang Maha Baik...
Sekali saja Tuhan, aku ingin bercinta sekali saja.
Pada lelaki. Seperti sewajarnya untuk apa bentuk tubuhku tercipta.
Lalu, satu lagi.
Ijinkan aku merasakan tendangan kecil di perutku.
Ijinkan aku merasakan air susuku tersedot terus sepanjang malam, sepanjang hari.
Ijinkan aku menembangkan mereka lagu dari buku suciMU.

Sudah, sudah jelas bukan?
Aku hanya ingin menjadi wanita utuh.
Secara tepat, tepat seperti yang KAU ciptakan.


_Jakarta : 13Nov10

Sunday, October 24, 2010

Miris

"Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati"-Epikuris.

Kaum Hedonis. Tidak bisa disangkal, di Jakarta sudah banyak yang seperti ini. Sangat terasa sekali tadi malam, saat nonton bareng teman-teman di salah satu pusat hang-out di bilangan Thamrin. All the dresses, all the make up, all the style...mereka terlihat sangat cling! Dibanding dengan tampilan gue, yang pake kaos oblong, celana jeans butut plus sendal jepit, gue tampak seperti upil di pinggir hidung, dan mereka adalah tindikan berhias berlian..hehehehe

Sempat terpikir, saat sedang makan di salah satu food court-nya, berbincang dengan teman, sambil mengedarkan pandangan ke segala arah. Ada sekelompok anak muda dengan gadget terbaru ditangannya, ada pasangan muda-mudi yang asyik masyuk, ada keluarga yang membawa bayi yang digendong babysitter-nya, segerombolan cewek yang memakai pakaian pesta (mungkin ada acara), dan kami, tiga orang yang menikmati makanan kami, yang agak miris melihat keadaan disekitar kami,

Sebenarnya Indonesia kaya.

Gedung-gedung angkuh yang setiap hari terlahir lebih tinggi menyaingi gedung leluhur sebelumnya. Ferari yang parkir dengan berbagai warna di banyak mall. Atau rangkaian mobil mewah yang melintas di jalan utama.

Tapi, pantaskah jika hanya sebagian orang saja yang menikmatinya, sementara lebih banyak lagi orang-orang yang makan dengan baik saja bisa 3 hari sekali?

Miris. 

Menjadi warga negara di negeri sendiri terasa penuh dengan dilema. Mau peduli perlawanan banyak sekali, mau cuek, nurani berontak! Atau lebih baik kloning saja? Satu untuk yang baik, dan satu untuk yang jahat? Karena di dunia ini sudah terpahamkan, yang berduit yang akan hidup lebih panjang.

Pernah nonton film 2012? Siapa yang akhirnya bisa hidup dan sampai ke Tanjung Harapan di Afrika? Orang kaya dan pejabat penting! Jadi, haruskah menjadi salah satu dari dua itu, agar hidup bisa lebih panjang dan bahagia? Kenapa dengan menjadi manusia biasa saja justru tidak bisa tenang?

Para (ke)aparat pemerintah itu. Bukankah harus selalu melindungi rakyat, ya? Tapi atas nama uang dan kenimatan sesaat semua nurani harus digoreng hangus! Untuk rakyat, cukup pantat kuali yang hitam, dikerik, dan dijadikan gizi utama. Lalu seperti apakah Indonesia nantinya? Kalau ternyata lebih buruk dari sekarang, gue gak mau melahirkan anak-anak yang hanya akan menyesap racun dan memakan hama! Lebih baik tidak terlahir sekalian.

Tapi, bisa saja, yang kita paksa untuk tidak lahir, adalah penyelamat kita suatu saat nanti.

Tuh, bisa dilihat kan? Dilema hidup di Indonesia. Dan negeri lain belum tentu lebih baik dari negeri tercinta ini. 

Saat banyak orang lain yang berlomba-lomba untuk berganti kewarganegaraan karena mengharapkan kelayakan hidup di tempat yang baru, setelah dikhianati berkali-kali di rumah sendiri, akankah kaki kita tetap bertahan disini?Mengibarkan bendera itu didada kita, dan berteriak :

"INI TANAH KAMI! JANGAN REBUT, JANGAN RUSAK! YANG KABUR JANGAN KEMBALI! BIAR KAMI YANG MELANJUTKAN NAFAS SATU-SATU KAMI, UNTUK KAMU, DIA, DAN MEREKA, YANG MENGAKU, BAHWA MEREKA ADALAH INDONESIA!"

_opiezip




Epikuris --http://id.wikipedia.org/wiki/Hedonisme

Monday, October 18, 2010

Perasaan Busuk yang Terasa Suci

hari ini...
seharusnya aku menerima kabarmu, atau aku membagi kabarku. tapi tidak sejak malam itu, sayang... kita bertengkar lagi, untuk kesekian kalinya. mempertahankan apa yang ada di otakmu juga otakku. apa yang ada di hati kita, kau bilang hanya kau dan Tuhanmu yang mengerti, aku tidak.

itu sudah cukup membuatku patah arang. tidak, aku tidak marah, sayang. hanya gundah. karena selama ini, ternyata aku tidak benar-benar mengerti kamu. padahal, itulah satu-satunya yang sangat kuinginkan. bisa mengertimu. apapun itu.

sayang, aku rindu.
caci makimu, pujian sarkasme mu, apa saja. dulu lagu itu terasa menenangkan. mendengarnya, aku merasa kau ada disini menggenggam tanganku, mengusap lembut pipiku, mengurai rambutku... tapi sekarang, lagu itu terasa menyakitkan! aku tiba-tiba membencinya! katakan kenapa sayangku...??

terangkan saja padaku, pengejawantahan perasaan ini. kecamuk apa? kenapa tidak pernah letih wajahmu mendampingiku? apa ini salahku dimasa lalu? lalu kau kutuk untuk mengingatmu tanpa henti, membaca setiap isyarat yang kau berikan, mesti harus mengeruk keras isi kepalaku?

aku yang bodoh dan tolol ini, melihatmu berdiri diatas gunung pengetahuan. memasukkanmu perlahan dalam nadiku, mengucap harapan dalam bisik saat malam mulai menggantung, berharap Tuhan berpihak pada takdir baik. kau mungkin bilang tak mungkin. tapi ingatkah kau sayang? waktu itu kau bilang, 'percaya saja pada keajaiban, Tuhan Maha Menguasai keajaiban itu'.  Aku tak percaya, sayang...lalu kau mengubah telapak tanganku, merubah warna biru langit menjadi jingga...saat salju yang keras terjejak di bawah kaki kita.

Alaska, sayang?
aku kini mulai membencinya!
karena aku harus meletakkan butiran ion terakhirmu untuk keegoisan bumi yang akan menelanmu bulat-bulat!!
tidakkah kau kasihan padaku, sayang...?
tidakkah kau pikirkan apa yang akan terjadi setelah kematianmu yang sakral itu?
kini, membayangkan kau tak ada pun aku sudah kalang kabut, apalagi nanti? 


kau JAHAT!!
kalau dunia ini memusuhimu, lalu kenapa harus aku yang dihukum??
kenapa cuma aku yang harus mengerti semuanya, apakah kau juga mengerti aku? jangan berpikir jiwamu hanya satu, kalau ternyata patahannya malah tersimpan didalamku!


hati terasa kosong kini..
ya, aku yang memutuskan untuk pergi darimu. supaya nanti, 13 tahun lagi. aku sudah cukup kuat untuk menghadapi abu kelabumu. supaya, nanti, saat menebarkannya, tanganku tak lagi gemetar, bibirku tak lagi dingin, dan hatiku tak lagi retak.


kamu, yang terselubung oleh kabut
memaksaku untuk melihatmu hilang
lalu untuk apa semua bahasa dewamu?


kamu, kurasa mulai kucinta.


(opiezip_Jakarta)
 

Friday, August 6, 2010

Like This...

I just wanna hold your hand..
Trough the good and the bad...the cold in winter or summer...
I just wanna hold you hand...


I'm not sure for what i feels to you right now..
I just follow where my heart goes..
Is it will end  with you?
Or not....


I just wanna hold your hand....

image is taken from : enpez.wordpress.com

Wednesday, August 4, 2010

..pengen punya seribu buku ^__^

tadi malem abis ngecek daftar buku yang udah punya, wuaaah..lumayan banyak, sekitar 340-an..hehehehe...
semuanya include komik, novel, knowledge dll...
punya obsesi HARRRUS punya perpustakaan sendiri, tapi nanti..kalo udah punya tempat yang layak untuk menempatkan buku2 tersayang itu..which is mean masih lama juga sih...xixixi

awalnya cuma pengen punya buku sekitar 1000-an, tapi pas dikantor liat ada senior yang punya buku berkardus-kardus, dan buanyak bangets! ..pfew...obsesi menjadi bertambah..'HARUS PUNYA PERPUSTAKAAN SENDIRI"...yaa minimal untuk 'konsumsi' keluarga dekat aja...setelah itu sih, pengennya ngadain kayak rumah baca gitu, buat anak2 yang gak mampu, anak2 jalanan, anak2 yang masih punya semangat dan cita2 menjadi orang yang lebih baik nantinya...^__^

so, dari sekarang udah dicicil..beli satu-satu, minimal setiap bulan punya budget sendiri untuk 'memuaskan napsu' belanja buku...hehehe.
jujur aja, daripada belanja baju atau sepatu atau tas seperti cewek2 lainnya, gue lebih 'gila' kalo belanja buku, apalagi kalo ada diskon besar2an, atau pameran buku gitu...waaah udah deh, kalap meraja! hahahaha

yaah...semoga saja, ada jalan untuk mewujudkan obsesi itu, dan semoga saja, niat tulus gue untuk membantu tmn2 dan adik2 yang gak mampu, bisa dilancarkan sm Allah SWT..Amiin...

Monday, April 5, 2010

..berjodoh dengan buku atau buku dijodohin atau...jodohnya buku?halaaah...

another things to share with you guys...^__^


jodoh tuh kayak beli buku..kadang kita harus mencari dengan sungguh-sungguh yang mana buku yang bagus dan mana yang nggak,
kategori buku bagus itu bisa: ceritanya, pengarangnya, covernya,judulnya, bahkan harganya (apalagi kalo diskon, hajar bleeeh...wkwkwkwk)

tapi sadar gak sih, kalo sometimes...bukan kita yang menemukan buku bagus itu..tapi buku itu yang menemukan kita
buku yang kadang kita ambil acak dari rak buku, buku yang cuma kita baca dari sinopsis sekilas, ato buku yang dengan nekat kita beli begitu saja tanpa mempedulikan isinya tentang apa....

tanpa kita coba membuka lembar pertama,
kita gak akan tau, apakah buku itu menarik ato nggak

tanpa kita mau mencoba mengerti isi dari buku itu..
kita gak akan tau kita suka gak sih ama buku itu...?

dan tanpa kita mencoba mencerna isi dari buku itu...
kita gak akan tau buku itu bagus ato nggal...dan tersenyum dengan puas saat menutup halaman belakangnya..

banyak juga buku yang hadir dengan judul yang menarik,
begitu menariknya sampai kita sudah mempunyai pendapat sendiri ttg buku tsb tanpa membaca terlebih dahulu apa isinya..
tapi...saat ditengah-tengah buku...kita tersadar...'kok jadi aneh gini sih ceritanya? gue udah beli mahal2 malah kosong! gak guna!'
dan akhirnya..buku itu hanya berakhir di rak buku, tanpa selesai dibaca...
padahal...kadang, penyampaian suatu maksud dalam cerita itu tercantum justru pada akhir cerita, bukan di awal atau di tengah...

begitu juga dengan jodoh...
kadang kita harus mencari dengan sungguh-sungguh..kadang dia datang begitu saja tanpa kita sadar (ada yang bilang, jodoh tuh jorok..'bergeletakan' dimana-mana..gak 'rapih' lagi..hehehe)

tapi, kadang kita memang harus mau mencoba membuka lembaran hati..seperti pada buku, buka lembar pertama, kedua..dan seterusnya...untuk tau..akan berakhir seperti apa ceritanya

kadang kita memang harus mau mengerti segala sesuatu yang sebenarnya kita nggak ngerti..yang pada akhirnya, kalo kita benar-benar bersabar..jawaban itu sesungguhnya ada

jodoh memang ditangan Tuhan..

tapi seperti halnya buku...
jodoh punya cerita sendiri...punya karakter sendiri..dan punya daya tarik sendiri
gak semua buku sempurna, gak semua buku bagus..

tapi, buku..dibuat untuk tujuan tersendiri..
buku-buku itu..apapun kisahnya..selalu punya seseorang, yang akan membacanya hingga lembar terakhir.
menyimpan, merawat, memberi sampul, memberi nama (sebagai tanda kepemilikan) menjaga..bahkan menceritakannya kembali kepada orang lain..

sebuah buku bisa merubah seseorang menjadi pribadi baru, merasa hidup, percaya diri, lebih berani, menjadi lebih baik atau ... sebaliknya.
sebuah buku..bisa menjadi apa saja..

"don't judge a book by it's cover"...
terdengar biasa..but it really means a lot..^__^
so...selamat menacari jodooh...eh salah selamat mencari buku...eeh salah lagi...selamat mencari jodoh sambil mencari buku...lho??wkwkwkwkwk....

okey..c u on the next topic's..

Wednesday, March 3, 2010

Seminar Ngantuk VS Vilager a.k.a Kampungan!

Hoaaaaaaaahm..... nguantuuuk banget..!! itu yang gue rasain waktu ikutan seminar hari itu...harusnya sih semangat, coz dapat knowledge banyak ttg hal-hal baru...tapi karena kurang teydur,agak2 mengawang-awang gitu deh jadinya..hehehe

Seminarnya diadain di Menara BCA, di Thamrin. Sebenernya terjadwal jam 09.30, gue berangkat dari kosan jam 8an gitu deh..naek buswe..daan seperti yang sudah diduga, untuk hari selasa ampe rebo, jalanan di depan kosan gue pasti macet..walhasil *set dah bahasa gue* nyampe di tempatnya itu paaaaaaas jam 09.30 tit..fiuh...

Kejadian Vilager pertama
Waktu baru masuk gedung, gue ma temen gue nanya gitu ke srikiti, lantay 10 lewat mana? trus kita ditunjukin arah lift yang paling ujung, naeklah kita dengan penuh kepedean..*yang penting gaya dulu bo..wkwkwkwk* Trus..'ting' terbukalah pintu liftnya..dan apa yang menyambut kita sodara-sodaraaa.... yup..des rait...Tempat Parkir !!! huahahahahahahaha....

Sambil celingak2 kayak orang ilang..emang ilang sih..datanglah seorang penyamun..eh OB maksudnye..nanyain kita mau ke mana..dan mungkin karena gerak-gerik kita agak2 mencurigakan di combine ama muka endheso kita, dan secara gue ma temen gue pake baju kayak mas2 ma mbak2 spy..tau pilemnya Jacky Chan kan, yang Tuxedo, yah lebih mirip ke sales sih sebenernya wkwkwkwk ..trus ada srikiti yang nyamperin kita..pas kita jelasin mau kemana, terungkaplah sudah, jikalau sebenernya lantay yang kita tuju itu ada diii.....lantey 48 dan beda lift! Bagoooos....! Dengan penuh rasa syukur karena diselamatkan dari perbuatan yang melanggar UU Hak Cipta, dan setelah poto2 ma srikiti dan mas2 OB yang baik hati banget itu..kita balik lagi ke lantay dasar..

Setelah nelpon temen yang udah nyampe duluan, kita samperin dah tuh mbak2 yg jagain meja ingpormasi..*dari tadi kek*
Setelah tukeran no henpon trus nge-add mbak2nya di pesbuk...kita dikasi kartu visitor gitu..lalu...ke-vilageran kita yang lain dimulai...


Kejadian Vilager kedua
Sebelum memasuki lift yang akan membawa kita ke atas awan..*halaaah lebay* ada satu akses masuk seperti kl kita mau naek buswey trus mesti masukin kartu pass gt..cuma bedanya kartu pass ini cuma kita tempelin ke sensornya gitu..

Pas temen gue nyobain dia sukses..pas gueee....ehm! sekali gue coba dengan gaya penuh pesona. gue tunggu beberapa detik. Gak ada perubahan. Gue tempelin lagi. Gak ada perubahan. Sekali. Dua kali. Mesinnya gue senggol dikit. Gak mempan. Dibelakang gue udah ngantri banyak orang. Siallll...malu gue. 

Lalu, dengan berdalih kartunya rusak, gue mundur dari pergulatan dengan mesin sensor biadab itu. Balik lagi ke mbak2 ingpormation. Gue minta tuker, gue bilang, "rusak kali mbak ya, saya gak bisa masuk nih," kata mbak2nya dalam hati, "derita lo, kebanyakan dosa siih lo.."

Trus gue dikasi kartu yang baru. Berbekal iman dan takwa, serta tulus hati, gue coba lagi dah tuh menyentuh sensor. Percobaan pertama. Gagal. Kedua. Gagal. Uuugh...udah empet gue!! Sambil baca-bacaan mohon ampun *kali aja mbak2 tadi bnr, gue kebanyakan dosa* gue coba lagi untuk kesekian kalinya...daaaaan..Gagal. SHit!!

Akhirnya...datanglah my hero..Srikiti...bantuin gue untuk masuk. Dia coba sekali..dua kali..tiga kali..gak bisa juga. Dalam pikiran gue..ni Bapak banyak dosa juga kali yak...wkwkwkwkwk..

Daaan akhrnyaaaa....bisa juga! Horeeeeee....!!! SAking senengnya gue bilang makasi ma Bapak Srikiti itu, sambil salam2an ama orang2 yang ngantri dibelakang gue,pas gue balik badan..pintunya nutup lagi.. Damn!

Tapi bisa dibuka lagi...weeeee.... =P


Kejadian Vilager ketiga
Sumpeh, gue baru liat ada lift yang kayak gini...penjelasannya adalaaah : tuh lift, pas diliat dari luar sih biasa aja, kayak lift2 biasanya..tapi yang bikin beda adalaaaah....kita mencent  no lantey yang dituju itu dariiii luar!..di depan pintu lift itu ada mesin yang kl lo pencet tombol angka2nya, akan menunjukkan lift mana yang bisa membawa lu ke lantey tujuan. Misalnya : lu mau ke lantey 14 yg melayani adalah di lift "S"...jadi setiap lift tuh ada inisialnya...keren kaaaan!!..
Dan gue terkesima!! ahahahahahaa




Setelah nyampe di lantey yang dituju, kita registrasi trus masuk ke ruangan seminar...and guess what! dari sekian orang, cuma gue yang peserta cewek..!! buahahahaha....paling cantik!!! ehm...^__^

Pembicaranya orang malaysye...pertama-tama sih ada bbrp yang ngerti trus pas kesini-sini malah becakap bahasa englays...mana cepet beet...jiaaaaaaaah....jadilah gue ngantuk tiada tara..wkwkwkwkwk



Thx to the view dari lantey 48, setidaknya bisa mencerahkan pikiran gue..dan bisa jadi bersabar untuk menanti selesainya seminar itu..hehehe



Tips dan Trik kalo diundang Seminar:
1. Kalau kira2 tema seminarnya kurang menarik, malemnya kalo bisa begadang mari begadaaaang..kan memang ada artinyaaa...tapi, pas dateng mesti pagi2, biar dapet tempat duduk yang representatif untuk tidur dengan tenang..hehehehe
2. Bawalah jaket atau sweater, biar tidurnya nyaman..kl perlu bawa bantal kecil...
3. Bawa tas yang agak gedean, biasanya kalo seminarnya yang ngadain perusahaan besar, suka ada coffee break dengan seabrek cemilan tuh..lumayaaaan buat ngunyah2 dikosan..hehehee
4. Jangan laper mata! walopun kita bawa tas gede..tapi makan mesti manner...ingat! penampilan yang paling utama! *Serius mode: ON*
5. Jangan lupa bawa KARTU NAMA soalnya who knows kan kita bakal ketemu ama cowok cakep + pinter + menarik...am i right??hehehee
6. Last but not least....jgn lupa untuk inget2 alamat website perusahaan yg ngadain seminar, coz it's very useful waktu buat laporannya..hehehee


Oke thats all..semoga bisa menjadi pencerahan...cu on the next story ^__^


Monday, February 22, 2010

...Bikin Blog....

Awalnya gak terlalu tertarik juga sih punya blog...tapi setelah liat kesuksesan si Kambeing Jantan ma tmn2 gue yang udah punya duluan..eeeeeeeeeh jadinya penasaran deh...yaa walopun masih ecek2 dan isinya masih gak penting..sekedar curhat2 gak jelas...wkwkwkwkwk....

Kata si Kambing di pilemnya, blog itu adalah wahana *di dufaan kali pake wahana* tulis menulis yang merupakan sesuatu yang agak menyerupai seolah-olah diari kite yang kita tulis setiap hari...naah berhubung gue kan orangnya yang go green gitu..gak mau wasting paper much much..jadilaah gue pake sarana nih blog untuk rumpin2 masalah2 gue...

Mungkin untuk awal2 blm ada yang bisa share ato comment...secara gue blm bisa juga ngaktifinnya wkwkwkwkwk...but soon...i'll be back! naon siih...?hehehe


Uuugh...pengen punya pacaaaar...!! lho? ahahahahaa........ *curcol pertama nih...*
udah ah....malu...banyak yang ngeliatin pas gue nulis ini..kan..kan gue jadi grogi gt...wkwkwkwk

Monday, February 8, 2010

Tess...

Wihiiii........akhirnya punya blog juga... semoga bisa bermanfaat yaa...jgn lupa buat tmn2..kunjungilaah..banjirilah...blog eyke..


yuk maree...^__^