Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, November 16, 2011

Satu Jam Saja


Satu Jam Saja
(Bukan Judul Lagu)


Senyummu
Kerlingku

Tubuh kekarmu
Dada sintalku

Pagutmu
Lenguhku

Dalam peluh 
Engah gaduh

Rahasiamu
Muslihatku

Setelah ini
Biar saja.

_Novie




Thursday, October 6, 2011

Giliran

sayang, salam untuk pacar-pacarmu yang genit itu
aku mau tidur dulu
pinggangku nyeri sekali
tadi suamiku terlalu bersemangat

temui aku besok saja ditempat biasa
dibawah pohon kamboja berbunga ungu
kata tetangga sebelahku, besok kembangnya mekar semua
ia kan rindang sempurna
tepat seperti yang kau katakan setahun yang lalu
saat kau menguburkan jasadku diam-diam.

_Novie :  05.10.2011

Tuesday, October 4, 2011

Biar Gue



karena gue melihat apa yg gak mereka lihat dgn mata mereka...

karena gue merasakan,apa yg gak mereka rasakan dgn hati mereka..

karena gue mengerti
apa yg gak mereka mengerti dgn akal mereka...

dan karena untuk ada disini...di dpn lu..gue gak butuh alasan apapun..

biar gue yg tau kisah hdp lu....
biar gue yg simpan rahasia pahit dan manis lu....
biar gue yg bakar semangat lu saat lu merasa mati....
biar gue yg menutup pintu itu,saat lu merasa mereka membunuh lu perlahan...
biar gue yg berjalan disamping lu saat semua orang manggil lu 'Anjing!'

biar gue..yg menyimpan segenggam jejak hidup lu yg singkat....

karena untuk ada disini..di hadapan lu..gue gak butuh alasan apapun.

opiezip_01.08.10

Beberes

: untuk Va

Va, sudah terlalu banyak yang terluka,
saatnya memungut satu-satu lembaran yang terserak,
mengembalikan pada tempatnya semula, saat ia belum rusak dan mati.

meninggalkan jejak itu penting,
walau hanya sebatas ingat.
bisakah kau?

jalan kita berbeda, Va,
aku akan sampai di puncak bukit nun disana.
lalu berparalayang menuju lembah yang tak ku tahu apa namanya.
mencari bebas yang tak pernah berani kau sentuh.

bila untukmu kamar sempit itu adalah tempat perlindungan yang terbaik, silahkan.
berputarlah dalam pikiran yang mampu memuaskan hasratmu
menarikmu dalam candu yang kau sendiri yakin itu adalah semu
tapi demi jiwamu yang penasaran, kau lakoni berbagai jiwa lain yang seolah kesepian.

ya, kau kesepian dalam cinta yang kau ukir perlahan pada sesiapa yang mau menerimamu
tapi benarkah mereka benar-benar menerimamu?
wanita-wanitamu, yang kau panggil dewi kahyangan.
kesayanganmu.
ah, Va...
aku tak setegar itu.

Va,
aku ambil lagi kepingan kaca yang dulu pernah kuletakkan di hatimu
saat ini ia tak memantulkan hangat lagi,
malah semakin buram dan berdebu

dan maafkan kekakuanku mengecup bibirmu saat itu.
saat kau tertidur dalam tenang pelukanku.
kau adalah yang termanis.


Va,
maaf
aku pergi.


_Novie : 02.10.11


Wednesday, July 13, 2011

Serial Bohong


bohong satu ditutup bohong dua
bohong dua ditutup bohong tiga
bohong tiga ditutup bohong empat
bohong empat ditutup bohong lima

sakralmu adalah atas lipatan kata yang tak pernah habis
dalam cipratan ludah yang membara
seolah mampu membaca takdir

tapi sadarkah?
aku juga sakti
lebih digjaya dari ilmu yang kau saput dari malam 

aku tau yang tak kau tau

bohong satu ditutup bohong dua
bohong dua ditutup bohong tiga
bohong tiga ditutup bohong empat
bohong empat ditutup bohong lima

aku tau yang tak kau tau.

-Novie : Jakarta 13.07.11 - 21.43

Wednesday, April 6, 2011

Because The Power is Not Mine

1/
lalu apakah harus kulanggar janji pada Tuhan, semata-mata hanya untuk menghukum diriku yang terlalu lemah pada sangkaan? ah, setan memang pintar. sekolah dimana ya dia? ada beasiswa gak ya kira-kira?

2/
seharusnya pisau itu kulepas saja, sudah terlalu lama mengeram, kini berkarat, kurasa aku kena tetanus. enaknya, bagian tubuh yang mana ya, yang harus dihilangkan? hatiku?

3/
jangan paksa aku untuk mengutuk yang membuat seluruh organku berfungsi, karena walau hanya setitik, aku masih mengeja nama surga, dalam hening, juga riuh. tapi Saqor, nyatanya lebih terngiang. ah, aku lupa, sudah punya Golden Ticket untuk kesana. jadi tak perlu repot-repot jadi orang baik.

4/
meludah saja semauku. toh besok tak tau akan jadi apa. reinkarnasi jadi bebek mungkin asyik. setidaknya aku tidak perlu pakai kolor.



_Jakarta : 05.04.2011

Wednesday, March 2, 2011

Oilah...

Oilah
--Novie Andi

Oilah bulan baru sudah datang,
tak dinyana masih tersaruk.
tidak luka, tidak!
hanya agak pedas saja rasa kaki menggesek aspal tanpa alas.

bukanlah hati oilah mau bersombong,
apalah juga yang patut diumbar?
pun kini aku tak berkilau.


Oilah, aku bukannya pasrah.
hanya malas pada takdir.
padahal ludahku sudah kering.
pahit pula.

Ya...mungkin aku hanya malu.
malu pada pikiran dan picisan yang mungkin aku dapatkan.
padahal setan-setan itu tak bergeming, hanya melihat.
ya..hanya melihat.

Kemana perginya peri-peri pelangi itu?
tanganku sudah dingin, tak ada yang menggandeng lagi,
aku rindu sekali....rindu merasa tenang.

Oilah...mungkin aku hanya manja.
padahal Tuhan cinta pada yang rajin berpeluh, bukan berkeluh.

Oilah...
Oilah...
Oilah..

_Jakarta : 02.03.2011

Tuesday, March 1, 2011

Dinding Tipis

Dinding Tipis
--Novie Andi

carut marut
lintang pukang
terseok
terbuang
dan mati.

penuh keputusasaan aku membaca setiap bait yang tercetak ditubuhmu.
penuh kucari.
namun tak ada tentangku.
tak ada.

lalu kutambahkan goresan agak dalam pada kulitku.
kurajah namamu disana.
agar walau ku mati, kau tetap bersamaku.

sudah lama aku mendampingi hari-harimu.
memelukmu saat kau perlu.
menciummu saat kau butuh.
memanjakanmu saat kau ingin.
tapi bagimu aku hanyalah pinguin.

lucu.
kamu lucu.
hanya itu ungkapan atasku darimu.

ah...sudah perih tak terperi,
kau menikmati setiap lenguhanmu dengan yang lain,
sementara aku menanti dibalik dinding tipis di ujung yang lain.
mendengarkan, menyimak, sambil mengutuk diri.

kau tak pernah melenguh denganku, menyeringai pun tidak.

aduhai...
baiknya aku pergi saja sejak dulu.
ke negeri antah berantah yang menyimpan ribuan lembah.
yang kata orang, satu lembah bisa menghilangkan ratusan orang.
ya, aku ingin lenyap saja.
kalau perlu jadi lumpur.
biar tersamar.
apakah aku tanah basah.
atau hanya kotoran dalam sampah.

_Jakarta : 16.31

Thursday, February 24, 2011

Kepada Pemilik Nama : Lelaki

Ah...benar, saya sangat suka kemahiranmu merangkai kata.
saat kita berbicara, saat kita tertawa, bertengkar, bertukar isyarat,
pun matamu sangat pandai mencumbu seluruh bagian tubuhku.
dan aku menikmatinya.

Tidak perlu melihat rupamu dengan jelas,
saat bulan malu-malu hadir malam ini,
karena dalam gelap, tangan kita saling bertaut.

Datang lagi ya, nanti malam..
kita berseluncur lagi, balapan dengan embun.
lalu lihat, siapa yang paling dulu menyapa matahari,
dan hadiahnya yang selalu kita tunggu setelah perpisahan panjang.

kecupmu bibirku.
kecupku bibirmu.
bibir kita.


Jakarta_24.02.2011

Wednesday, November 24, 2010

Setengah Jadi...

Degupnya satu-satu,
lama-lama makin lemah,
sepertinya akan hilang.

Perlahan dia bangun dari duduk,
dengan nanar dia pandangi lukisan setengah jadi karyanya.

Sumpah.
dia sudah berusaha total untuk menyelesaikan,
sampai habis catnya,
sampai rusak kuasnya,
sampai kering darahnya.
Ya, warna merah dibaju wanita di lukisan itu adalah darahnya.

limbung dia mendatangi lukisan itu,
'Haah.. baru setengah jadi saja kau begitu cantik, Seruni', ujarnya dalam hati.
ada hangat menjalari wajahnya, rupanya sudah pagi,
cahaya mentari menyeruak sarat dari luar jendela kamarnya.

dia tinggalkan lukisan itu, berjalan ke arah sofa tua disamping jendela,
lalu duduk memandang keluar, ke arah jalan,
ke arah riuh hiruk pikuk orang yang sibuk meraih mimpi.

'Ya, hanya mimpi yang terjadi antara kita, Seruni. Hanya mimpi.' ucapnya lirih.

diambilnya secarik kertas kusut dari kantong bajunya.
surat dari Seruni.
surat ijin mati duluan.

Seruni bunuh diri hari Rabu minggu lalu.
minum racun serangga.

katanya dunia ini sudah tidak peduli lagi padanya.
Seruni merasa tidak dicintai.
Seruni merasa terbuang.

padahal, sebenarnya Seruni tidak sendiri.
ada Bara.

Seruni hanya tidak tahu.
ya, Seruni hanya tidak tahu,
kalau selama ini, ratusan wajah ayu-nya memenuhi dinding kamar ini, juga hati Bara.
ya, Bara yang pengecut!
Bara yang sok suci!
Tidak mau mengakui cintanya pada Seruni.

tapi sebentar lagi Seruni pasti senang.
sebentar lagi.

.......................................

ada selembar kertas melayang pelan.
surat ijin mati duluan.

tiba-tiba sunyi.

_Jakarta.

Saturday, November 13, 2010

Confession....

the more i get to know you,
the more i figure out, that you're so fragile.

i'm not your angel, or star or even a sun!
i'm just a weed.

a weed that always be here,
here, in the top of the hill,
who will company you, every time you feel alone.
so don't be scared.

no, i won't push you,
just like what i did to the others,
i'll make my self patient on you.
on us.
and i'll be here.
just stay here.
until you find me.
until you realize.
why,
i choose you above the others bright lights.

(Dedicated to the one who has the same name with my future child : Bara)

_Jakarta

Monday, October 25, 2010

Tali gantung warna pink dan segelas Es Jeruk

biduanitanya bernyanyi,
kali ini lagu tentang kematian.

saat suara mengaji itu terdengar sayup dari surau di ujung hutan,
dan malam mulai menyenggamai siang,
tuan putri memutuskan mati.

bilur mulai nampak pada raut wajahnya,
bukan, bukan luka karena tersayat,
tapi lebih dalam dari itu,
luka itu dibuat saat tuan putri bermimpi,
mimpi tentang mati.

dan ketika si damar mulai redup,
hanya satu yang tuan putri minta,
tali gantung warna pink dan segelas es jeruk,
sudah itu benar-benar mati.

_opiezip

Wednesday, September 29, 2010

Parang Jati -ku

Parang jati-ku 
sangat jauh 
ia sahabat, sekaligus yang sangat berarti 
walau hati ini terasa kosong dan penuh dalam satu saat 

Parang jati-ku 
ia mungkin berdosa 
tapi ia adalah suci untuk dirinya 

Parang jati-ku bilang, 
dia akan bahagia saat tak lagi bernafas, tak lagi berdegup, tak lagi hidup 
sempat merasa tak berguna, karena tak bisa merubah itu 

Tapi, 
Parang jati-ku berkata, 
dia cukup senang untuk menempatkan aku pada setiap sudut hatinya 
hanya untuk bercerita, atau saling menghujat 

Parang jati-ku, menitip pesan 
'a girl like you, is impossible to find' 

ia, membuatku bungkam 
tidak takluk 
hanya bungkam 
karena sejuta penolakan masih berdenyut di darahku 

lalu tiba-tiba terasa kosong 
bingung, penuh otak dan hati 
air mata kepayahan juga menetes 

tapi, dia, Parang Jati-ku 
hanya satu-satunya 

hingga saatnya aku menyerahkan jasadku 
dia akan selalu ada 

bukan, bukan cinta untuk Parang Jati-ku 
tapi ketulusan. 
karena dengannya 
aku tak harus menjadi orang lain 
cukup diriku, dengan segala 'torehan lukaku' 


Opiezip:_29.09.2010

Friday, August 6, 2010

My precious one....












My precious-one...

is always different with anyone else, 

sometimes he's sobbing...

sometimes he looks like a sky that can't be reach..


and that's what i like about him..

always makes me put an effort just to understand his thougt..

hehehe ^__^


opiezip_05.08.2010

Wednesday, August 4, 2010

..sehabis hujan turun

ada rindu yang datang sehabis hujan turun..
rindu yang tak tersampaikan pada angin, awan dan debu...


rindu saat berlari menghindari tetesan air langit
rindu saat kilat menyambar diatas kepala kita
rindu bau tanah yang semerbak segar...
rindu suasananya...


sawah itu masih hijau..
masih akan tumbuh oleh padi-padi


sehabis hujan turun, aku hanya ingin ada disini...


menggenggam tanganmu dan berkata,
'besok, kita maen ujan-ujanan lagi ya..'
dan kau pun akan tersenyum sambil berkata
'tapi besok gak usah bawa payung lagi ya..ribet!' hehehehe...


sehabis hujan turun..
hanya sehabis hujan turun aku bisa menemuimu...
karena saat mentari datang...kau menghilang...
menguap...


sehabis hujan turun..kuharap setiap hari.


opiezip_03.08.2010

Tuesday, August 3, 2010

Belum Ketemu....

apa dengan memilih sastra lalu semua kegundahan akan usai dan pencarian terhenti??
ada satu sisi dari diri yang merasa belum puas...
belum..belum ketemu apa yang diharapkan...


yang bisa mengguncang jiwa...
membuat airmata turun dengan deras saat bibir mengulum senyum

yang bisa membuat mata tak henti memandang
membuat jantung berdegup tak beraturan

belum...belum puas...
jiwanya masih dahaga..

masih memaksa kaki berlari untuk mencari
masih memaksa tangan untuk mengais
masih memaksa diri untuk melawan tembok yang terasa semakin tinggi....

ingin teriaaaaaaakk....memecah langit yang mendung tak henti...
ingin teriaaaaaaaakk.... melawan guntur yang tiada hilang...
ingin teriaaaaakk...melawan arah datangnya angin...

belum...belum lengkap...
masih terasa kosong...

kemana sebenarnya pencarian ini berakhir?
kemana sebenarnya pencarian ini berhenti?

atau sebenarnya tidak ada pintu terakhir?

aaahh,....cape deeeeeeehh!!!!

opiezip_03.08.2010