Tuesday, October 4, 2011

Finish What You've Start

Dari dulu seneeng banget nulis 'Finish What You've Start' tapiiii pada kenyataannya...jauh dari itu..doh!.
Selalu dan selalu saja semangat pada awalnya, agak melempem pada saat tengah-tengah dan waktu mendekati akhir malah gak dituntaskan sama sekali, padahal tinggal dikiiiiiit lagi. Daan.. End. Udahan aja kayak gak ada apa-apa. Hehehehe..

Kenapa??

Banyak faktor. Kalo kata Isa Alamsyah yang di buku 'No Excuse', beberapa faktor kemunduran atau ketidaksuksesan seseorang adalah dikarenakan kurangnya rasa percaya diri atau terlalu banyak masukan negatif yang di respon oleh pikiran kita. Contoh kalau kita sedang merintis suatu bisnis, pas lagi semangat-semangatnya nih, tiba-tiba ada seseorang teman, atau keluarga, atau musuh sekalipun bilang, 'Ah..lu gak ada bakat di bisnis, paling-paling juga tar bangkrut, gak jalan, bubar grak'. Sakit hati gak sih looo diomongin kayak gitu?? Gue sih gak sakit hati..tapi pengen nampol aja bawaannya..hahahahaa. Itu salah satu contohnya. Dalam kehidupan nyata, pasti lebih banyak kejadian-kejadian yang kita atau orang lain alami yang secara tidak sadar kita 'benarkan' padahal justru itu adalah titik awal kemunduran kita.

Baiklah kali ini kita ngobrol santai tentang semangat. Semangat yang membara. Semangat yang menggelora. Semangat yang gak putus-putus. Semangat Kakaaaak....Hehehehe

Jadi, berdasarkan penelitian (jiah gaya banget), faktor sukses atau tidak sukses itu, mostly  berasal dari luar diri kita, kalau pun toh ntar kita jadi ikut terpengaruh itu karena kita terlalu mengedepankan keraguan kita dibandingkan kepercayaan kita terhadap bakat dan potensi kita sendiri, yang kalo kita benar-benar menyadari ada baaanyak sekali potensi dalam diri kita. Dan yang harus kita lakukan adalah : MENGAMBIL KESEMPATAN YANG ADA. 

Jangan pernah bilang 'ah gak bisa, gue gak bakat', eeeh lah kata siape? Orang nyoba aja belum..hehehe. You'll never know 'till you try. Gue sering banget pake nih istilah. Yaa jujur deh  walo sebagian besar adalah karena nekat..hehehe. Hey, there were always be a 1st time for everything kan? Jadi apa salahnya mencoba. (^_^)

Pernah mikir gak kalo orang-orang sukses yang kita kenal sekarang, dulunya juga berdarah-darah (ya gak segitunya banget sih) untuk bisa jadi seperti sekarang ini? Mereka yang sukses sekarang ini adalah mereka yang dulu pernah ada dibawah, pernah ngerasain susah, pernah ditolak berkali-kali, pernah tidak diakui kemampuannya, pernah jatuh bangun, pernah terluka (halah). Tapi persamaan dari mereka semua adalah, mereka TIDAK MENYERAH. Coba teruuuus sampai ada jalan yang terbuka.

Taroh lah sekarang lu udah dapet kerjaan, karena karyawan baru, gaji dan posisi lu masih dibawah, ya enjoy aja, dan berusaha lebih keras, ntar juga pasti ada rewardnya kok. Atau sekarang masih jadi kenek bis kota, enjoy aja...nggak semua orang mampu dan mau untuk ngambil profesi ini,  panas-panasan sambil teriak-teriak manggilin penumpang, nyempil-nyempil narikin ongkos, mesti kebal idung sama bau-bau berbagai macam orang..saluuuuuuuuuutttt....gue angkat tangan dah. Hehehehe


Kalo sekarang ngirim tulisan ke media trus ditolak ya coba lagi (curcol nih sekalian..xixixix), kalo ikutan casting/audisi gak lulus-lulus, ya dicoba lagi, kalo nyari kerjaan gak dapet-dapet ya coba lagi (bukannya belum rejeki tapi mungkin bukan itu yang terbaik dari Tuhan), kalo nimba air disumur gak selese-selese, coba di cek, kali-kali aja embernya bocor...hehehehe.

Intinya adalah, be proud of yourself ! Lo tuh unik, dengan segala kelebihan dan kekurangan lo (yang kadang gak kita sadari), berbeda dengan orang lain, dan punya banyak bakat yang kalau kita mau asah atau setidaknya kasi perhatian sedikiiit aja, pasti akan menimbulkan perubahan pada diri kita. Lha, buat apa Tuhan menciptakan kita kalau kita gak ada guna sama sekali kan? ^_^

So...seperti dialog di film X-Men yang terbaru, "Mutant and Proud!". Tapi bukan mau nyuruh jadi Mutant lho yaa...hehehehe.. Be Yourself and Proud! ^_^

Selalu ada jalan bagi orang  yang mau bersungguh-sungguh dan benar-benar mau mengambil kesempatan yang ada didepan matanya. Hey, kadang kesempatan gak datang dua kali kan? (sebuah cambukan untuk diri sendiri). So...Ganbatte Ne! ^_^


**Tulisan ini terinsipirasi dari kursus bahasa asing yang gue ikuti dan (kali ini) akan gue coba untuk tuntaskan (muka serius).









Nomor Antrian

Ditanganku ada kertas bernomor 23.
Kulihat ke arah depan. Antrian belum bergerak. Di luar garis antrian kami, banyak sedu sedan dari para wanita dan anak-anak. Ah, tapi ada juga yang mencibir dan menertawakan.

Saat antrian mulai berjalan pelan, aku merasakan dingin yang teramat sangat.
Angin berhembus menusuk. Samar aku mendengar nama seorang wanita dipanggil.
Ia menjerit, berontak dari cengkraman lelaki berjubah di kanan kirinya. Aku teringat Dementor.

Lalu tiba-tiba semua gelap.
Benar-benar pekat.
Aku tidak bisa bernafas.
Ah, sesak!
Seperti terjebak di dalam lift yang sedang rusak.
Panas dan pengap.
Ah!


Beberes

: untuk Va

Va, sudah terlalu banyak yang terluka,
saatnya memungut satu-satu lembaran yang terserak,
mengembalikan pada tempatnya semula, saat ia belum rusak dan mati.

meninggalkan jejak itu penting,
walau hanya sebatas ingat.
bisakah kau?

jalan kita berbeda, Va,
aku akan sampai di puncak bukit nun disana.
lalu berparalayang menuju lembah yang tak ku tahu apa namanya.
mencari bebas yang tak pernah berani kau sentuh.

bila untukmu kamar sempit itu adalah tempat perlindungan yang terbaik, silahkan.
berputarlah dalam pikiran yang mampu memuaskan hasratmu
menarikmu dalam candu yang kau sendiri yakin itu adalah semu
tapi demi jiwamu yang penasaran, kau lakoni berbagai jiwa lain yang seolah kesepian.

ya, kau kesepian dalam cinta yang kau ukir perlahan pada sesiapa yang mau menerimamu
tapi benarkah mereka benar-benar menerimamu?
wanita-wanitamu, yang kau panggil dewi kahyangan.
kesayanganmu.
ah, Va...
aku tak setegar itu.

Va,
aku ambil lagi kepingan kaca yang dulu pernah kuletakkan di hatimu
saat ini ia tak memantulkan hangat lagi,
malah semakin buram dan berdebu

dan maafkan kekakuanku mengecup bibirmu saat itu.
saat kau tertidur dalam tenang pelukanku.
kau adalah yang termanis.


Va,
maaf
aku pergi.


_Novie : 02.10.11